( Misa akhir tahun 2025 – Misa awal tahun 2026 )
Bersyukur kepada Tuhan adalah ungkapan rasa keimanan yang dirasakan umat Katolik karena telah menjalani tahun 2025 dengan segala kenangan. Segala berkat, kesehatan, rejeki , kehidupan umat bisa terjadi karena berkat Tuhan. Sebagai ungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, umat katolik mengikuti Misa akhir tahun 2025. Di Gereja St.Barnabas Paroki Pamulang, mengadakan Misa Akhir Tahun 2025 pada hari : Rabu, 31 Desember 2025 pukul 18.00 WIB.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Blasius Sumaryo, SCJ. Banyak umat yang hadir dalam Misa tersebut. Dalam pembicaraan dengan umat, pada umumnya mereka mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan dan berdoa agar di tahun 2026 Tuhan senantiasa melimpahkan berkat kepada umat Katolik, khususnya di Gereja St.Barnabas – Pamulang.
Dalam Homilinya, Romo Maryo,SCJ menyampaikan agar kita menyiapkan karya ke depan untuk lebih baik lagi. Demikian juga dalam kehidupan rohani. Kita diajak untuk bersyukur & berterima kasih kepada Tuhan. Relasi dengan Tuhan sangat penting. Jika relasi dengan Tuhan terjalin dengan baik, selalu bersyukur maka tanpa diminta, berkat Tuhan akan mengalir. Bersyukur dan berdoa adalah sangat penting agar memperoleh kemudahan dari Tuhan.
Misa akhir tahun 2025 diiringi koor dari Ikatan Mahasiswa Katolik ( IMK ). Dengan iringan koor yang penuh semangat dari anak-anak muda IMK, suasana berjalan dengan penuh semangat dan suka cita.
Perayaan Ekaristi 1 Januari bukan hanya sebagai Misa Awal Tahun, tapi merupakan hari yang ditetapkan sebagai Hari Raya Bunda Maria sebagai Bunda Tuhan. Agar perjalanan hidup kita di tahun 2026, tahun yang akan kita lalui diberkati Tuhan. Harapannya agar berhasil dalam bekerja, kesehatan yang baik, ketentraman dalam hidup dan suka cita. Perayaan Ekaristi 1 Januari adalah wajib untuk bersyukur dan mohon berkat Tuhan sepanjang tahun 2026. Demikian Romo Maryo, SCJ menyampaikan di Media Sosial IG/FB/Youtube/Tiktok Komsos Barnabas.
Misa Awal tahun 2026 diadakan pada hari Kamis, 1 Januari 2026 pukul 10.00 WIB dengan dipimpin oleh Rm.Petrus Suharjono, SCJ. Perayaan Ekaristi ini dihadiri banyak umat. Ruangan di gereja penuh dengan umat bahkan sampai di ruang balkon juga dipenuhi umat.
Sebelum menyampaikan Homilinya Romo Jono,SCJ mengajak umat untuk menyanyikan lagu : “ Kini tiba Saatnya “ Lalu Romo Jono bertanya, adakah keberhasilan resolusi-resolusi di tahun sebelumnya ? Kalau ada kegagalan itu karena manusia terbuat dari tanah liat. Diantara kegagalan / hambatan pasti ada keberhasilan. Meskipun ada kegagalan / hambatan untuk mewujudkan cita-cita/ niat baik tetapi ada keberhasilan. Ada keberhasilan , ada sukacita, ada kebanggaan bahwa diantara kegagalan-kegagalan itu ada juga keberhasilan , ada yang tumbuh dan berkembang secara psychologi. Menjadi pribadi yang berkembang secara rohani , pribadi yang pendoa, sabar , berbelas kasih , lihai mengampuni dan memaafkan orang lain.
Meskipun manusia terbuat dari tanah liat tapi kita adalah manusia yang dikaruniai Roh Kudus. Meskipun kita lemah, berdosa, kadang -kadang salah/gagal tapi kita membawa Roh Kudus . Maka di tahun baru ini harapan dan semangat itu terus kita pupuk, untuk kita perjuangkan. Semoga ada pikiran/paradigma baru, agar menjadi pribadi yang penuh kedamaian, pribadi yang bertumbuh untuk selalu menampakkan Allah yang baik, penuh belas kasih di dalam kehidupan kita.
Sebelum Misa selesai Rm.Jono,SCJ menyampaikan terima kasih kepada tim yang bertugas, khususnya tim Koor dari Anima Christy : para penyanyinya tidak banyak namun suaranya seperti para malaekat di surga sedang bernyanyi.
Misa ditutup dengan berkat Tuhan,
Semoga tahun 2026 dipenuhi berkat Tuhan khususnya Para Romo dan umat di Paroki Pamulang.
—irenewbudiarti—

Leave a Reply